oleh

Petani Jagung Desa Kedungdowo Situbondo Keluhkan Kurangnya Air

BERITA9, SITUBONDO – Warga petani Dusun Timur Curah Krajan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo mengeluh lantaran lahan pertanianya tidak mendapatkan air. Senin (8/8/2020).

Seperti yang disampaikan salah satu petani, di Dusun Krajan Sujibno, ia tidak mendapatkan air kurang lebih sebulan yang lalu, padahal hampir setiap waktu ia melaporkannya ke petugas Sublok (Juru Air) agar lahan yang ditanami jagung mendapat aliran air.

“Ia pun mengatakan, saat ini kondisi lahan jagungnya mulai mengering dan sangat membutuhkan aliran air. Kita heran kenapa lahan tebu yang baru saja ditebang di aliri air,” katanya.

Pantauan media, kejadian ini bukan dialami oleh Sujibno saja. Menurut keterangnya, masih banyak keluhan petani yang lainnya, namun mereka tidak berani mengatakan karena khawatir lahan pertaniannya tidak mendapatkan air kalau melapor. Dan jika petani tidak mendapat air maka akan gagal panen.

Selain itu, dilapangan terlihat sejumlah lahan Jagung kondisinya mengering dan tanahnya pecah – pecah akibat tidak mendapat air.

Namun sayang terkait keluhan warga ini, Himpunan Petani Pamakai Air ( HIPPA) serta Juru Air, dan Kepala Desa, (Kades) Kedungdowo, belum bisa dikonfirmasi.

Sementara Ketua  Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Sayadi, saat dikonfirmasi membantah, di Desanya sejauh ini belum ada petani gagal panen, dan selama ini belum ada laporan untuk itu,” kata Sayadi.

“Untuk air kata Sayadi, itu sudah ada tugasnya masing – masing melalui Sublok (Juru Air). Kebutuhan air untuk saat ini semua petani akan merasakan hal yang sama, karena dari 36 Hektar lahan pertanian  semuanya membutukan air. Namun bisa dibayangkan, satu minggunya hanya bisa mengairi sebanyak 3 hektar lahan. 

Untuk mencukupi itu secara tidak langsung harus bergantian, itupun sudah dibantu progam bantuan Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT),” Pungkasnya (red).


Reporter: Sutikno.

loading...

News Feed