oleh

Penuh Semangat, Bekang Kodam V Brawijaya Dalam Menyiapkan Makanan Masa Karantina

BERITA9, BANYUWANGI – Bantuan tenaga selama masa karantina Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, telah banyak masuk memenuhi segala kebutuhan para santri, yang berjuang bersama sama untuk mengendalikan penyebaran dan penyembuhan coronavirus disease (Covid-19). Mulai dari kebutahan makan, minum, Gizi dan kebutuhan lainnya.

Kebutuhan logistik menjadi salah satu hal yang harus terpenuhi setiap harinya. Untuk para santri dibutuhkan 18.000 porsi kotak makan setiap hari. Tak mudah menyiapkan makanan sebanyak itu, butuh tenaga exstra dan terampil agar bisa memenuhi target.

Salah satu bantuan tenaga penyedia logistik datang dari personel anggota satuan pembekalan angkutan (Bekang) Kodam V Brawijaya.

“Sebanyak 75 personel kita turunkan untuk menyiapkan 9.000 porsi terbagi menjadi tiga yaitu makan pagi, siang, dan malam,” kata kepala dapur Kodam V Brawijaya, Mayor CBA (pembekalan angkutan), Hadi Winarto. (11/9/2020).

Personel yang sudah biasa terjun di medan kebencanaan itu, dengan sigap menyiapkan makanan sesuai bahan yang sudah ada. Mereka langsung membaur dengan sejumlah relawan. Terlihat cukup lincah dengan sejumlah peralatan dapur yang dibawanya, berupa panci, wajan, sutil, serok, sekrop nasi, kayu pengaduk nasi, dan juga kompor. Yang sudah dimodifikasi untuk menyiapkan masakan dalam jumlah banyak.

“Kami hanya membantu, tidak sembarang peralatan dapur kita pakai, semua kita bawa sendiri,” ungkapnya.

Dengan kecepatan dan kelincahan tangan para anggota Bekang Kodam V Brawijaya, menyiapkan 9.000 makanan itu ternyata sangat mudah. Terbukti, mereka mampu memasak 400 kilogram nasi hanya dengan waktu 1,5 jam. Tak hanya itu, mereka juga lincah memasak lauk pauk yang sudah disiapkan, tentunya menyesuaikan menu makanan yang disiapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

“Kalau masyarakat biasa kadang memerlukan waktu yang cukup lama, semua menu makanan kami samakan. Saling bantu dan saling mendukung,” cetusnya.

Selain memiliki kelincahan dan kecepatan, anggota Bekang Kodam V Brawijaya mempunyai performa tenaga yang sangat kuat. Tidak jarang, dari mereka tidak tidur sehari semalam. 

“Personel kami memang jarang tidur, kami selalu terapkan kedisiplinan, mereka diberi waktu istirahat 30 menit, setelah menyiapkan logistik pada malam hari selesai baru bisa istirahat, namun sekitar pukul 22.00 meraka harus berkumpul dan kembali memasak,” tuturnya.

Puluhan personel itu, sudah disiapkan dua tenda dari BNPB Jawa Timur. Tapi, tenda hanya dibuat menyimpan barang saja. Sebab, beberapa dari anggota memilih tidak tidur demi tugas tersebut. “Tempat tidur memang sudah disiapkan, tapi mereka terkadang banyak yang tidak tidur,” ungkapnya.

Bagi para personel, menyipakan 3000 porsi sekali masak sangatlah mudah, karena mereka sudah terlatih bahkan pernah menyiapkan 8000 porsi sekali masak waktu PSBB di Surabaya dan Gresik.

“Kami sering seperti ini, prinsipnya tugas harus selesai. Kurang tidur, jarang makan dan harus tepat waktu menjadi hal biasa bagi para personel,” pungkasnya. (red)


Reporter: Ahmad Sahroni.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed