oleh

Masih Banyak Tempat Karaoke Di Banyuwangi Yang Tak Patuhi Protokol Covid -19

BERITA9, BANYUWANGI – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Banyuwangi, terus melakukan pemantauan dan evaluasi penerapan Peraturan Daerah (Perda) dan protokol kesehatan pada tempat usaha hiburan karaoke.

Kali ini petugas gabungan, melakukan sidak di sejumlah tempat karaoke di Bumi Blambangan, pada Rabu (15/7/2020) malam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda mengatakan, banyak temuan pelanggaran dan kekurangan dalam pelaksanaan protokol kesehatan dan Perda di tempat hiburan karaoke. Salah satunya yakni tidak adanya stiker kesiapan new normal.

“Kekurangan itu menjadi acuan bagi pengelola untuk dilakukan perbaikan. Bagi pengelola karaoke kami berikan catatan. Bahkan, hari ini kita dalam rangka melihat perkembangan dari raport yang kita berikan,” ujarnya, pada Kamis (16/7/2020) dini hari, usai sidak disejumlah karaoke.

Dalam sidak yang sekian kalinya ini, masih Bramuda, GTPP Covid-19 Banyuwangi cukup gembira, hal itu menurutnya banyak peningkatan yang luar biasa dari kedisiplinan pengelola.

“Jika dipersentase hampir 95 persen kemajuan yang sudah dilakukan pengelola rumah karaoke dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Bram, sapaan akrab Kadisbudpar Banyuwangi ini.

Sedangkan untuk sisa 5 persennya, masih Bramuda, yakni terdapat beberapa tempat karaoke yang tidak mematuhi protokol kesehatan yakni kapasitas pengunjung dalam room masih melebihi batas ketentuan. Bahkan, pengunjung juga belum memakai alat pelindung tangan. Sedangkan, untuk pelanggaran Perdanya, masih ada pemandu lagu (LC) yang tidak berpakaian sopan.

“Disini ada dua peraturan yang harus dipatuhi oleh pengelola yakni Perda dan protokol kesehatan. Hasil evaluasi malam ini tidak ada tempat karaoke yang kami berikan sticker, tapi kami beri kesempatan untuk simulasi lagi agar sesuai SOP,” jelasnya.

“Kalau dia sudah betul-betul siap maka stiker itu akan kita berikan. Jadi, ini sudah ketiga kalinya kita turun, mungkin keempat atau lima kali tergantung bagaimana mereka konsisten menerapkan aturan yang kita terapkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Anacleto Da Silva, mengatakan, selain melakukan evaluasi protokol kesehatan razia ini juga bagian dari penertiban Peraturan Daerah (Perda) Banyuwangi bagi tempat hiburan.

“Kami juga ingin memastikan tempat-tempat ini sesuai dengan Perda,” kata Letto.

Sejauh ini menurut Letto, terdapat 9 tempat usaha yang ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan dan Perda.

“Penutupan ini hanya sementara. Pelaku usaha bisa membuka kembali apabila sudah memberikan peryataan tertib protokol kesehatan. Apabila masih melanggar izin usahanya kami cabut,” pungkas Leto. (Red)


Laporan: Ahmad Sahroni.

loading...

News Feed