oleh

Ketua Sang Fajar Kecam Keras Aksi Pengrusakan & Penutupan Baliho dr Taufik Hidayat

BERITA9, BANYUWANGI – Ketua Sang Fajar, yang tergabung dalam relawan pemenangan dr Taufik Hidayat, Bakal Calon Bupati (Bacabup) Kabupaten Banyuwangi periode 2021 – 2026, mengecam keras aksi pemasangan baliho istri Bupati Abdullah Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani, yang menutup gambar dr Taufik Hidayat, dipertigaan Genteng, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.

” Sebagai Ketua Sang Fajar, yang tergabung dalam relawan pemenangan dr Taufik Hidayat, saya mengecam keras aksi pemasangan baliho Ipuk Fiestiandani, /istri Bupati Anas, yang menutupi gambar dr Taufik Hidayat,” kata Agus Nursalim, Ketua relawan Sang Fajar. Jum,at (24/7/2020).

Seperti diketahui dipertigaan Genteng Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, pada Rabu 2 Juli 2020, gambar dr Taufik Hidayat, salah satu Bacabup, Bumi Blambangan, ditindih oleh Baliho Ipuk Fiestiandani, Istri Bupati Abdullah Azwar Anas, yang merupakan Calon Bupati Banyuwangi.

Kejadian yang sama juga terjadi di Kecamatan Purwoharjo, bahkan selain ditindih, gambar dr Taufik Hidayat yang terpajang di Kecamatan Purwoharjo, juga dirusak.

Dengan adanya pemasangan gambar Ipuk Fiestiandani, yang menindih dan menumpangi baliho dr Taufik Hidayat, di pertigaan Genteng, Desa Genteng, Kecamatan Genteng dan di Kecamatan Purwoharjo ini, kami semua tim dan relawan pemenangan dr Taufik Hidayat sangat menyayangkan dan mengecam keras aksi tersebut,” ucapnya lagi.

Kata Agus, sapaan akrab Ketua relawan Sang Fajar, perlu diketahui kejadian yang menimpa dr Taufik ini, bisa juga menimpa siapa saja. Jadi kita berharap agar kejadian yang sama tidak terulang lagi kepada Bacabup – Bacabup yang lain.

” Kami sangat berharap kepada semua tim -tim pemenangan Bacabup, agar bisa memberikan contoh yang baik. Karena kejadian ini bisa juga menjadikan preseden buruk bagi politik masyarakat di Bumi Blambangan, ” ungkapnya.

Agus, juga menegaskan marilah kita ciptakan kondisi politik di Bumi Blambangan, ini menjadi politik yang damai dan harmonis. Janganlah menjadikan politik ini sebagai bentuk pemecah belah bagi masyarakat.

“Menurut analisa kami, kejadian ini, bisa menimbulkan konflik dimasyarakat. Marilah kita ciptakan di Bumi Blambangan ini politik yang beretika dan bermoral,” pungkasnya. (*)

loading...

News Feed