oleh

Kasasi Ditolak & Dinyatakan Bebas Oleh PN Kraksaan, Misli Saya Segera Lapor Balik

BERITA9, PROBOLINGGO – Kasus pencurian sepeda motor yang menyeret Misli Bin Salih berbuntut panjang. Pasalnya, setelah kasasi yang di ajukan Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Probolinggo di tolak oleh Mahkamah Agung.

Dalam amar putusan Kasasi No.283K/Pid/2020 tanggal 8 Juni 2020 Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kraksaan No.332/Pid.B/2019/PN.Krs tanggal 17 Desember 2019, yang dalam putusannya berbunyi Misli Bin Salih tidak bersalah dan bebas demi hukum.

Untuk memenuhi rasa keadilan dan agar hal serupa tidak terjadi lagi kedepannya. Melalui penasehat hukumnya Misli Bin Salih akan menuntut semua pihak yang telah merekayasa kasusnya.

“Sejak kasus ini berjalan, 6 bulan saya mendekam di jeruji besi, sampai akhirnya saya di bebaskan oleh Pengadilan Negeri Kraksaan, karena saya tidak bersalah maka saya akan menuntut semua pihak yang telah merekayasa kasus saya ini. Saya benar – benar di dzholimi oleh mereka,”ujar Misli senin (27/07/2020).

 Misli juga menceritakan  kasus yang menimpa dirinya berawal dari di tangkapnya Ali Bin Sumitro, oleh penyidik Polsek Krucil, di dalam tahanan Polsek Krucil, oleh penyidik Ali Bin Sumitro di paksa dan di iming imingi sejumlah uang agar menyeret nama Misli Bin Salih juga ikut terlibat di dalam aksi pencurian sepeda motor tersebut.

” Menurut Ali, penyidik menjanjikan sejumlah uang dan akan membebaskan Ali, asalkan Ali menyebut saya ikut dalam pencurian sepeda motor itu,”cerita Misli.

Di dalam persidangan, terungkap bahwa Ali Bin Sumitro, di paksa untuk menyebut nama Misli oleh Kepala Desa (Kades) Roto, sehingga pengadilan negeri Kraksaan memutuskan Misli Bin Salih tidak bersalah dan bebas demi hukum, berdasarkan putusan No.332/Pid.B/2019/PN.Krs tanggal 17 Desember 2019 silam.Tidak terima dengan putusan Pengadilan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan upaya hukum lainya, dan akhirnya tanggal 8 Juni 2020 terbitlah putusan Kasasi Mahkamah Agung yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Kraksaan dengan nomer putusan Kasasi No.283 K/Pid/2020.

Di tempat terpisah ketua LSM AMPP menyambut gembira putusan Kasasi Misli. Putusan ini merupakan bukti, bahwa ada pelanggaran dan kesalahan fatal yang di lakukan oleh penyidik Polsek Krucil. Kami akan selalu mendorong Misli untuk menuntut balik semua orang yang telah mengkriminalisasi dirinya,”kata Lutfi Hamid.

Senada dengan apa yang di sampaikan oleh Lutfi Hamid, pihak Kejaksaan juga mempersilakan Misli untuk melakukan upaya hukum terhadap siapapun. Putusan Misli Bin Salih sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkracht), silakan kalau mau melakukan upaya hukum kepada siapapun yang di anggap merugikan dirinya, kami pihak Kejaksaan siap melakukan Advokasi,”terang Syaiful Anwar.SH. (red)


Reporter: Tim

loading...

News Feed