Duh! Di Desa Parangharjo Banyuwangi BPNT Bisa Dicairkan di Agen Yang Tak Memiliki EDC

  • Bagikan
Keterangan Foto: Ilustrasi BPNT (Google).

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar miring tentang penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Parangharjo, kecamatan Songgon mulai terhendus. Pasalnya BPNT di Desa tersebut diduga disalurkan melalui agen yang tidak resmi.

Hal tersebut terjadi di Dusun Rejeng, Desa Parangharjo. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa mencairkan BPNT di salah satu toko setempat. Parahnya di toko tersebut tidak memilik alat untuk menggesek.

” Ya mas kami Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Dusun Rejeng, Desa Parangharjo, mencairkan ditoko Pak Ahmad Baihaki,” ujar K, salah satu warga penerima manfaat setempat. Senin, (22/3/2021).

Bahkan K, mengaku dirinya bersama dengan puluhan KPM Dusun Rejeng, mencairkan dan mengambil bahan pokok di toko milik Pak Ahmad Baihaki. Adapun prosesnya kartu diserahkan kepada Pak Ahmad Baihaki.

” Sudah lama kita mencairkan BPNT melalui Pak Ahmad Baihaki mas,” ungkap K, lagi.
Sementara Ahmad Baihaki, saat dikonfirmasi dirumahnya dirinya membenarkan jika menjadi agen penyalur BPNT sejak dahulu.

” Memang benar mas, saya menjadi penyalur BPNT,” ujarnya. Senin, (22/3/2021).

Menurut Ahmad Baihaki, dirinya sejak dulu telah menyalurkan BPNT karena dia juga mengaku sebagai pemegang EDC yang dahulu mencairkan BPNT. Namun saya juga heran EDC miliknya tidak bisa digunakan untuk mencairkan.

“Saya juga salah satu pemegang EDC, sejak EDC yang kami pegang tidak bisa dipergunakan untuk mencairkan, hal tersebutlah yang menjadikan polemik,” tuturnya.

Bahkan, masih Baihaki, sebagai penyalur BPNT di Desa Parangharjo, dirinya mengaku tidak sendirian.

” Agen penyalur BPNT di Desa Parangharjo ini bukan hanya saya saja mas, namun masih ada lagi agen yang mencairkan BPNT,” tegasnya.
Saat disinggung soal dimana penggesekan BPNT tersebut, Ahmad Baihaki, mengaku jika pada saat menggesek dirinya menitipkan kartu milik KPM pada temanya.

” Mohon maaf untuk penggesekan saya titipkan pada teman saya, dimana tempatnya saya tidak tau mas,” akunya.

Ahmad Baihaki juga menambahkan, bahwa dirinya pernah dijanjikan oleh salah satu orang BTN sebagai penyalur BPNT yang resmi. 

” Saya dulu pernah dijanjikan oleh salah satu orang BTN untuk menjadi agen resmi, bahkan saya dan toko pernah di foto mas,” pungkasnya.

Terpisah Suprapto, Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Parangharjo, sekaligus salah satu pengelola Agen resmi penyalur BPNT, saat di konfirmasi menuturkan bahwa di agennya hanya beberapa KPM yang Mencairkan BPNT.

“Dulu sebelum aturan yang baru muncul itu agen saya boleh melakukan penyaluran BPNT, namun sekarang setelah ada aturan baru yang melarang PNS (Pegawai Negeri Sipil) tidak boleh merangkap sebagai agen penyalur BPNT maka saya dan istri mengundurkan diri dari agent penyalur tersebut. Dan saya sudah kordinasikan dengan pihak Bank BTN, namun petunjuk dari Bank BTN saat itu, sebelum ada agen resmi yang ditunjuk oleh Bank, maka saya masih bisa menyalurkan bantuan itu, bahkan saya juga akan mengembalikan mesin EDC yang ada pada saya.” tegas prapto.

Selain itu Suprapto juga mengamini bahwa ada agen yang tidak memiliki EDC dari BTN yang menyalurkan BPNT.

“Memang disini ada beberapa orang yang menyalurkan BPNT yang tidak menggunakan EDC dari Bank BTN, saya sendiri juga kurang tahu mereka melakukan penggesekan dimana untuk melakukan pencairan,” tegasnya. 

Camat Songgon, Kuntha Prasnowo, Saat di konfirmasi melalui saluran telponnya menyampaikan bahwa sudah dilakukan teguran pada agen yang tidak resmi.

“Kami sudah melakukan pembinaan dan teguran terhadap agen tidak resmi.Tetapi mereka tetap memaksakan meyalurkan. Dan kami juga sudah koordinasi dengan pihak desa terkait itu.  Dan Ternyata tidak di indahkan oleh agen tidak resmi.” singkatnya.

Sementara dengan kejadian ini masyarakat berharap kepada yang berwajib segera turun kelapangan guna menyelidiki adanya pelanggaran penyaluran BPNT yang tujuanya tidak menimbulkan keresahan pada masyarakat. (*)

  • Bagikan