oleh

Disebut Berada Diatas Tanah Negara, Tambak Udang di Desa Bomo Banyuwangi Disambangi Forsuba

BERITA9, BANYUWANGI – Pemandangan tak biasa nampak disejumlah tambak udang di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Senin (27/7/2020). Seluruh pintu gerbang mendadak terpajang tulisan ‘Mohon Maaf Untuk Sementara Waktu Tidak Terima Tamu’.

Padahal, diwaktu yang sama, Forum Suara Blambangan (Forsuba) datang bersilaturahmi. Tujuannya untuk menemui pengusaha pemilik tambak udang, guna melakukan klaraifikasi terkait status tanah tempat berdirinya usaha budidaya perikanan tersebut.

Dan surat silaturahmi telah dikirim, pada hari Kamis, 21 Juli 2020 lalu. Namun entah kenapa, bukannya ditemui, dipintu gerbang tambak udang justru dipampang keterangan bahwa tidak menerima tamu. Dan meminta tamu yang datang untuk menghubungi via telp atau Whatsaps (WA). Itu pun tanpa dilengkapi nomor telepon atau WA yang bisa dihubungi.

“Kami jadi penasaran, masyarakat pun juga bertanya-tanya, ada apa ini?. Kami datang hanya ingin klarifikasi baik-baik, menanyakan status kepemilikan tanah yang ditempati para pengusaha perikanan untuk usaha tambak udang disini,” ucap Wakil Ketua Forsuba, Fatturohman.

Kedatangan Forsuba ke lokasi tambak udang di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, ini pun bukan tanpa dasar. Melainkan sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Pemerintah Desa Bomo, bahwa usaha tambak udang diwilayah setempat menyewa tanah milik negara.

Disisi lain, informasi yang diperoleh Forsuba, tanah tempat berdirinya tambak udang di Desa Bomo, tidak berstatus Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB) maupun Hak Pakai.

“Seharusnya, jika tanah negara digunakan tempat usaha, statusnya harus HGU, HGB maupun Hak Pakai, dan jika hanya berstatus tanah negara sesuai ketentuan hukum yang berlaku pada pokoknya digunakan untuk kepentingan sosial atau kepentingan umum. Tapi di Desa Bomo, tanah negara bisa digunakan untuk bisnis usaha tambak udang, disini kan jadi menarik?,” ungkapnya.

Makin mengundang tanda tanya, dalam kunjungan Forsuba ke lokasi tambak udang di Desa Bomo, tidak ada satu orang pun yang menemui. Padahal didalam tambak terdengar jelas adanya aktivitas pekerjaan.
Namun walau tidak ditemui, pengurus Forsuba yang datang kelokasi telah berhasil mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar. Terutama tentang nama PTY, yang disebut-sebut sebagai pemilik seluruh usaha tambak udang di Desa Bomo. Diatas tanah yang diduga tanah negara dan tidak berstatus HGU, HGB atau pun Hak Pakai.

“Jika benar tanah tambak Bomo yang disebut-sebut sebagai tanah negara bisa digunakan untuk usaha tambak udang dengan tanpa status HGU, HGB atau pun Hak Milik, ini akan jadi isu nasional tentunya,” ungkap Fatturohman.

Sayang, hingga berita ini dirilis, PTY, oknum yang disebut-sebut sebagai pemilik usaha tambak udang di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, belum bisa dikonfirmasi. (red)

loading...

News Feed