oleh

Di Purwoharjo, Baliho dr Taufik Hidayat Ditindih Gambar Istri Bupati Anas Juga Dirusak

BERITA9, BANYUWANGI – Selain dipertigaan Genteng, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, kejadian yang sama terjadi di wilayah Kecamatan Purwoharjo. Seolah ada sesuatu dengan terpajangnya baliho Bakal Calon Bupati (Bacabup) Banyuwangi, dr Taufiq Hidayat, yang kian bertebar diseantero Bumi Blambangan. Selain ditindih, ternyata gambar mantan Direktur RSUD Genteng tersebut ada yang ditutup dan dikoyak hingga rusak.

Kondisi tersebut nampak pada baliho yang terpasang di perempatan Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

Disitu, poster dr Taufiq yang ukurannya lebih besar ditutup dengan dua baliho kandidat lain. Yakni Ipuk Fiestiandani dan H Sugirah, dengan ukuran yang lebih kecil. Mirisnya, entah ulah siapa, bagian atas baliho dr Taufiq yang seharusnya masih menjumbul, dikoyak hingga rusak. 

“Sampai-sampai kalau dilihat dari depan, baliho dr Taufiq sama sekali tidak kelihatan, tertutup baliho bu Ipuk dan H Sugirah. Jika dilihat dari belakang, baru terlihat jelas bahwa baliho dr Taufiq dirusak,” ucap Juru Bicara Tim Pemenangan Cababup Banyuwangi dr Taufiq, Firman Firdhousi Soetanto, Rabu malam (22/7/2020).

Menyikapi kejadian ini, Firman menduga terdapat sesuatu yang identik atau bukan kebetulan. Mengingat saat ini dikanan kiri jalanan di Banyuwangi, banyak terdapat baliho Bacabup. Ada Gus Munib, Teddy UT, Yusuf Widyatmoko, Azam Azman Natawijana, Gus Yazid, Satiyem dan lainnya. Namun gambar yang bukan hanya satu kali ditutupi hanya milik dr Taufiq saja.

“Setelah kita amati secara seksama berdasarkan laporan dari masyarakat dan tentu kita tidak akan berasumsi, tapi sepertinya ada satu peristiwa yang identik dengan peristiwa sebelumnya,” ungkap mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini.

Meski begitu, Firman tidak mau menjustifikasi. Dia hanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal tahapan demi tahapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi.

“Ini adalah hajatan rakyat. Mari kita bangun politik lima tahunan ini dengan penuh kegembiraan karena kekuasaan adalah amanah rakyat,” katanya.

Dia juga berharap tidak ada pihak yang dengan sengaja menodai pesta demokrasi dengan cara yang jauh dari prinsip-prinsip demokrasi. Namun lebih mengedepankan proses demokratisasi dengan adu gagasan tentang bagaimana membangun Banyuwangi ke depan.

Terkait kejadian kali kedua yang menimpa baliho dr Taufiq, Firman mengaku belum menentukan sikap. Seluruh keputusan akan dicetus melalui musyawarah seluruh tim pemenangan.

“ Untuk melapor kepada yang berwajib. Kita akan pelajari terlebih dahulu bersama team,” jelasnya.

Seperti diketahui, selain diperempatan Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, baliho Bacabup Banyuwangi, dr Taufiq juga ada yang ditindih dengan gambar Bacabup Ipuk Fiestiandani. Yakni di pertigaan lampu merah Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng. (red)

loading...

News Feed