oleh

Bebas Berkeliaran, Pengacara Desak Polisi Banyuwangi Tahan Tersangka

BERITA9, JAKARTA – Sikap Polsek Siliragung Banyuwangi yang belum menahan tersangka dugaan pembalakan liar kayu jati ilegal, disesalkan Ahmad Rifai mantan pengacara (Komisi Pemberantasan Korupsi).

Seharusnya, kata Rifai, polisi dapat menahan seseorang begitu menyandang gelar tersangka. Jika tidak ditahan, dikhawatirkan tersangka akan menghilangkan barang bukti atau setidak-tidaknya bisa mempengaruhi proses hukum lainnya.

Seperti diketahui, Polsek Siliragung, Banyuwangi, telah menetapkan oknum pegawai BUMN Perhutani KPH Banyuwangi berinisial YJDB sebagai tersangka dugaan penimbunan kayu jati ilegal. Tapi hingga kini, oknum itu masih bebas berkeliaran.

Bahkan ketika sejumlah awak media turun ke Djawatan, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, tempat YJDB dimutasi, pegawai BUMN tersebut malah tidak berdinas. Padahal di situ dia menjadi staf wakil kepada administrasi (waka ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Hari Jatmiko.

Pengungkapan kasus 80 balok kayu jati ilegal di Banyuwangi, ini berawal dari informasi masyarakat. Selanjutnya, pada 11 Mei 2020, petugas Polhut Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, yang dipimpin Pengda Aris Rofiq Hidayat SH, berhasil mengamankan puluhan balok kayu jati tanpa dokumen resmi tersebut.

Barang bukti ditemukan di dua lokasi berbeda. 50 Balok di pekarangan rumah milik Tum di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Sedang 30 balok ditemukan di pekarangan rumah Yoga James Dwi Betara, pegawai Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, di Desa Siliragung, Kecamatan Siliragung.

Karena TKP kayu jati ilegal berada di dua Kecamatan berbeda. Maka proses hukum pun dilakukan di Polsek Bangorejo dan Siliragung.

Laporan yang masuk ke Polsek Siliragung, balok kayu jati tanpa dokumen milik YJDB, diduga berasal dari Petak 57a dan 57b, RPH Senepo Utara, BKPH Pesanggaran, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

Namun kepada petugas, pegawai TPK Ringintelu tersebut membantah jika balok kayu jati miliknya berasal dari lahan Perhutani. Melainkan dari hasil pembelian dari Katiman, warga Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung. Tapi, saat ditunjukan Nota Angkut dan barang bukti, Katiman, tidak mengakui jika balok kayu jati itu darinya.

“Itu bukan dari saya pak, entah itu didapat (YJDB) dari mana,” ungkap Kapolsek Siliragung, AKP Sumono, melalui Kanit Reskrim, Ipda Sutomo, menirukan pengakuan Katiman. (red)

loading...

News Feed