oleh

Anggota Polsek Pesanggaran, Hadiahi Timah Panas DPO

BERITA9, BANYUWANGI – Polsek Pesanggaran, hadiahi timah panas di kaki kiri Ediyanto, Alias Edi maling (50). Setelah 2 bulan menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Kasus pencurian 4 handphone Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Kapolsek Pesanggaran Akp Mujiono, selama menjadi buron diduga pelaku sejumlah pencurian diwilayah Sumberagung, selalu pindah – pindah tempat.

“Selama menjadi buron, tersangka tidak pernah nampak di siang hari. Terakhir kami mendapat info bahwa tersangka berada di kawasan Purwoharjo, kemudian bergegas melakukan penyisiran,” ungkap Mujiono, (14/7/20).

Pengungkapan kasus ini berkat pelacakan dari teknologi modern GPS dari Smartphone, hingga tau keberadaan tersangka.

“Tim menelusuri dari Hp, yang sudah dijual, kami terus selidiki sampai tau keberadaannya, waktu penangkapan tersangka membawa senjata api, sehingga petugas melakukan tindakan represif terukur untuk melumpuhkan pelaku,” tambahnya.

Setelah dilumpuhkan kemudian diberikan pertolongan pertama, dan diamankan di Polsek Pesanggaran, untuk dikembangkan, karna menurut keterangan warga tersangka ini sudah membuat keamanan diwilayahnya sudah tidak kondusif.

“Dari tangan tersangka, kami mengamankan satu pucuk air Sofgun, dua buah hand Phone nokia, dua senter kodok, dan dompet yang berisikan surat tanda nomor kendaraan (STNK),” pungkasnya.

Sementara Winarsih salah satu warga Desa Sumberagung, mengaku warga banyak yang geram dengan ulah tersangka. Karena selama tersangka belum tertangkap, banyak terjadi aksi pencurian yang meraja lela.

“Sudah banyak korbannya, bahkan sering terjadi kejar-kejaran,” jelas perempuan, 40 tahun tersebut.

Menurut Winasrih, banyak korban pencurian yang tidak melaporkan kejadian di Polsek. Karena, beberapa warga sempat memergoki tersangka yang hendak mencuri. “Sempat kepergok saat mencuri, tetapi terangka berhasil kabur,” terangnya.

Winarsih menambahkan, warga hanya berharap Polisi menegakkan hukum seadil-adilnya. Warga juga ingin tersangka dihukum seberat-beratnya. “Karena sudah meresahkan warga sekitar,” pungkasnya. (red)


Laporan Biro Banyuwangi: Ahmad Sahroni.

loading...

News Feed