oleh

Warga Dasri Banyuwangi Diduga Jadi Korban Malpraktek Oknum Perawat

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar dugaan malpraktek yang dilakukan oleh oknum perawat di Banyuwangi, mencuat. Korbannya bernama Poni, warga  RT 01 RW 04 Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, sontak membuat geger warga setempat.

“Awalnya hanya ingin berobat, namun kata Pak Hadari, kuku ibu jari kaki saya harus dibuang,” kata Poni, kepada wartawan. Kamis (9/7/2020).

Poni, menderita sakit dibagian ibu jari kakinya. Setelah dibuang kukunya oleh perawat Hadari, Amd.Kep, yang membuka praktek di Dusun Krajan, Desa Dasri, Tegalsari, justru kondisi kakinya semakin parah, nampak bengkak dan membiru.

Setelah dibuang kukunya, kata Poni, penyakitnya tak kunjung sembuh justru semakin parah. “Sakitnya nggak karuan mas. Kuku saya dibedah pada hari Jumat (3/7/2020). Dan hari Senin (6/7/2020) kita kembali kontrol ke pak Hadari, anehnya hanya selang waktu tiga hari, beliau menyarankan jika ibu jari saya harus dipotong,” katanya.

“Nanti saya buatkan rujukan ke dokter agar ibu jari sampean segera dipotong, kata pak Hadari,” ujar Poni.

Dengan kejadian ini keluarga korban merasa sangat kecewa atas tindakan yang dilakukan oleh Hadari.

“Terus terang kami para keluarga sangat kecewa atas tindakan Pak Hadari. Kenapa jika harus dipotong ibu jarinya tidak bilang dari awal. Setelah dibedah lalu gagal baru diarahkan untuk dilakukan pemotongan pada ibu jari, ini kan aneh,” tegas Sumadi, keluarga pasien.

Yang aneh lagi, lanjut Sumadi, kakak saya dibuang kukunya pada hari Jum,at (3/7/2020), kemudian jarak tiga hari pada hari Senin (6/7/2020) beliau sudah menyarankan agar ibu jari kakak saya harus segera dipotong. 

“Yang menjadi pertanyaan kami, kenapa tidak dari awal disarankan untuk dipotong,” keluhnya.

Yang lebih kami sesalkan, lanjut Sumadi, atas kejadian ini, pihak keluarga pernah memdatangi Hadari, meminta beliau untuk melihat kondisi Poni, (Pasien) namun beliaunya tidak datang.

Baca Juga: Gagal Berobat Diperawat, Ibu Ini Harus Kehilangan Salah Satu Ibu Jari Kakinya

“Saat pihak keluarga meminta pada pak Hadari, untuk melihat kondisi pasien beliaunya juga tidak datang,” ucapnya.

Sementara Hadari, perawat yang buka praktek di Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, saat dikonfirmasi melalui sambungan telefonya irit komentar.

“Saya sudah arahkan agar dibawa kerumah sakit, dan maaf saya masih ada kepentingan,” ujarnya, kemudian buru – buru menutup teleponnya. (red)

loading...

News Feed