oleh

THL di Pasar Gambiran Tetap Ada, Dinkop UMP Banyuwangi Tutup Mata

BERITA9, BANYUWANGI – Ramainya kabar tentang Pasar Daerah Gambiran, di Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, terus bergulir dan disinyalir pihak Dinas Koperasi, Usaha, Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi terkesan diam.

“Mohon maaf pak kalau urusan THL bagian kepegawaian pak Heni,” begitu jawab Nawari, Kepala Bidang (Kabid) Pasar Kabupaten Banyuwangi, kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApps.

Pantauan media dilapangan selain memiliki tiga tenaga harian lepas (THL), halaman pasar Daerah Gambiran, juga disewakan untuk tempat lomba burung. Bahkan tak tanggung – tanggung disitu juga dipasang tenda.

Bahkan, satu THL tersebut diduga masih baru dan yang membuat publik bertanya – tanya salah satu dari THL tersebut adalah anak kandung dari Mashuri, Kepala Pasar Daerah Gambiran.

“Dua minggu sekali biasanya ada kegiatan lomba burung disitu,” kata RN, warga sekitar pasar. Rabu (24/6/2020).

Dijelaskan oleh RN, kalau kabar yang kami terima halaman pasar tersebut disewa oleh komunitas lomba burung.kepihak pasar, kemudian didirikan tenda. “Katanya sih, disewa ke pihak pasar. Makanya didirikan tenda,” jelas RN.

Tidak hanya itu saja, kata RN, salah satu THL tersebut adalah anak kandung dari Kepala Pasar Daerah Gambiran, yang diduga tergolong masih baru,” cetus RN.

Kondisi Pasar Gambiran, Banyuwangi yang sepi pengunjung tetapi mampu mengangkat tiga orang tenaga harian lepas yang salah satunya anak kandung Kepala Pasar, Mashuri. (Foto: Joko/BERITA9)

Sementara Heni bagian kepegawaian yang dimaksud oleh Kabid pasar Nawari, saat wartawan melakukan wawancara melalui sambungan WhatsApps dirinya  enggan berkomentar, pertanyaan wartawan terkait  pasar Daerah Gambiran, hanya dibaca saja, tidak dibalas.

Kondisi pasar Daerah Gambiran, disorot tajam oleh Hery Wijatmoko tokoh masyarakat asal Desa Gambiran. Ia menyayangkan kondisi pasar yang tidak terurus.

“Sebagai warga asli Desa Gambiran, saya sangat menyayangkan kondisi saat ini pasar,” ucapnya kepada wartawan. Selasa (23/6/2020).

Kata Hery, dulunya pasar Daerah Gambiran ini sangat ramai sekali pengunjung. Bahkan yang belanja datang dari berbagai daerah seperti, Blokagung, Jajag, Tegalsari dan yang lainya. Namun seiring dengan perkembangan jaman pasar tersebut saat ini menjadi sepi.

loading...

News Feed