oleh

Teddy UT : Nyantri, Santri, Dawuh Poro Kiai

BERITA9, YOGYAKARTA – Berpenampilan biasa saja, nyantai tanpa beban, menjadi ciri khas Teddy Anugrianto alias Teddy UT. Sebagai pesohor di Bumi Blambangan, dia tak meresa sebagai ‘artis’.

Tapi tahukah anda bahwa ternyata Teddy UT adalah putra angkat dari ulama besar almarhum Almaghfullah Kiai Hasani Nawawi Pasuruan, Jawa Timur.

Klaim itu bukan isapan jempol belaka. Dikawasan ‘ndalem kerso’ Pondok Pesantren Sidogiri, saat anda tanya nama Teddy, dijamin tidak akan ada yang tahu. Tapi coba tanya nama Taufiqurrohmand, pasti kenal.

Teddy UT rawuh ke Pondok Pesantren Gus Muwafiq di Sleman, Yogyakarta. (Foto istimewa)

Seperti diketahu, Kiai Hasani Nawawi dikenal sebagai ulama yang zuhud dan tidak suka gemerlapnya dunia. Kiai Hasani adalah putera bungsu KH. Nawawie bin Noerhasan. Beliau adalah satu dari 8 bersaudara putera Kiai Nawawie.

Baca Juga : Politisi Muda Banyuwangi, Antara Harapan dan Peluang

Masing-masing adalah KH. Noerhasan bin Nawawie (dari Nyai Ruyanah); Nyai Hanifah, K.H. Kholil Nawawie, Nyai Aisyah (dari Nyai Nadhifah); K.H. Sirajul Millah, K.A. Sa’doellah Nawawie dan K.H. Hasani Nawawie (dari Nyai Asyfi‘ah).

Teddy bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf (Foto isitimewa)

Maka tak heran, jika Taufiqurrohmand eehh Teddy maksudnya, lebih banyak dekat dengan poro ulama karena dirinya masih menyadang gelar santri hingga akhir hayat.

Tak sedikit ulama-ulama tersohor di republik ini mengenal dekat dengan Taufiq –oalahhh lali, Teddy maksudnya. Sebut saja nama Gus Miftah yang beberapa waktu lalu datang ke Banyuwangi dalam sebuah acara di Srono.

Lalu ada KH. Ahmad Muwafiq atau disapa Gus Muwaffiq atau kebanyakan orang biasa menyebutnya Kiai Muwafiq atau Cak Afiq. Berbadan tinggi besar, kulitnya hitam kecoklatan dan berambut gondrong asal Sleman, Yogyakarta. Dikenal sebagai pakar sejarah Islam dan Nusantara. Pun kenal dekat dengan Teddy.

Teddy bersama Gus Maki Ketua Tanfidziyah PC NU Banyuwangi (Foto istimewa)

Poro Kiai itu secara khusus memberika restu jika Teddy melangkah ke dunia politik praktis dengan mengusung misi menjadikan Kabupaten Banyuwangi lebih baik lima tahun ke depan.

Tak tanggung-tanggung, restu juga datang dari Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH. Misbahul Munir Kholil yang selama ini dikenal sebagai pencetus lahirnya 3.200 dai yang berdakwah di media sosial.

Bahkan Kiai Misbah secara khusus mendokan Teddy alias Taufqurrohmand bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat Banyuwangi untuk menjadi pemimpin mereka. Walapun disadari betul oleh Kiai Misbah, langkah itu tidaklah mudah.

“Percayalah, ketika Alllah sudah berkehendak, tidak ada yang mustahil bagi Allah,” kata Kiai Misbah kepada tim BERITA9 di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Teddy pun berkata, “Saya itu manut opo titah poro (apa perintah para) Kiai. Kalau kata Kiai aku maju, ya wis, aku maju, kalo ndak ya aku ndak. Pokoknya gimana titah Kiai,” kata Teddy. (red)

Lanjut episode ketiga ya, tapi sabar, penulisnya udutan dulu……

loading...

News Feed