oleh

Ribuan Santri Blokagung Wisuda Penyitas Tanda Selesai Masa Karantina

BERITA9, BANYUWANGI – Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, secara simbolis merayakan wisuda penyintas Covid-19 setelah melewati masa Karantina. Minggu malam, (13/9/2020).

Sebanyak 6000 santri yang sejak (31/9/2020) menjalani karantina total itu, berhasil melewati masa karantina. Selama 14 hari mereka sudah tidak mengalami gejala apapun. Walaupun masih ada 30 santri yang masih mengalami gejala.

Meski begitu, tim kesehatan dari pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) kementerian kesehatan (Kemenkes) dan KKP Probolinggo secara resmi membacakan surat keputusan sehat. Bahkan secara simbolis, para santri menerima surat sehat dari tim kesehatan tersebut. 

Dalam acara itu, juga menyambut tim kesehatan dari Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang hendak meninggalkan Ponpes Darussalam Blokagung. Puluhan santri itu, membawa setangkai bunga yang diberikan langsung kepada tim medis sebagai ucapan terimakasih.

Juru Bicara (jubir) Ponpes Darussalam Blokagung, Nihayatul Wafiroh mengatakan, masa karantina ini secara resmi sudah selesai. Namun, setelah karantina masih ada masa pengawasan. “Ini masih memasuki masa pengawasan, bukan karantina lagi,” katanya, (14/9/2020).

Karena, jelas dia, masih ada beberapa santri yang bergejala seperti batuk dan pilek. Mungkin dalam dua hingga tiga hari sudah sembuh. 

“Hanya 10 persen saja dari 6000 santri yang memang masih bergejala,” terangnya.

Disamping itu, masih kata dia, dalam masa pengawasan ini pihak ponpes juga dalam masa perbaikan di internal pesantren. Karena harus menyiapkan posko pengiriman santri dan juga harus mengevaluasi sanitasi jumlah santri. “Kami ingin memastikan santri dalam 14 hari kedepannya tidak ada kontak dengan orang luar,” ungkapnya.

Untuk seluruh santri, saat ini masih dilakukan penataan untuk bisa dikembalikan ke masing-masing asrama. Kondisi mereka saat ini semua dalam kondisi sehat. 

“Semuanya mayoritas sehat, jadi wali santri tidak perlu khawatir dengan kondisi anaknya yang ada di Pondok,” jelasnya.

Kepala pengendali karantina KKP Probolinggo, dr Jumali mengatakan, setelah 14 hari selama karantina ini memang tidak dapat dipungkiri jika memang masih ada beberapa santri yang bergejala. 

“Ada sekitar 30 santri yang masih bergejala,” katanya.

Jika nanti dua hingga tiga hari, jelas dia, puluhan santri yang mengalami gejala seperti batuk, demam dan pilek itu sudah hilang. Maka, puluhan santri tersebut akan kembali normal seperti santri lainnya. 

“Semoga selama 14 hari kedepan tidak ada gejala dan para santri lainnya juga tidak muncul klaster baru lagi,” paparnya.

Selama 14 hari kedepan nanti, masih kata dia, para santri akan dipantau langsung oleh tim medis dari Kabupaten Banyuwangi. Tugas dari seluruh tim dari Kemenkes dan KKP Probolinggo, saat ini sudah selesai. 

“Tugas kami selesai, jadi proses estafet ini akan ditangani Kabupaten,” ungkapnya.

Jumali berharap para santri tetap menjalankan protokol kesehatan. Agar, tidak klaster baru kembali. Selain itu, juga para santri terbebas dari Covid-19. 

“Pesan saya kepada santri agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan benar, agar tidak ada gejala ataupun klaster dari santri kembali,” harapnya. (red)


Reporter: Ahmad Sahroni.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed