oleh

Polemik Kasus Pailit KSP Tinara Banyuwangi, Askop Mengaku Tidak Tahu

BERITA9, BANYUWANGI – Ketua Asosiasi Koperasi (Askop) Kabupaten Banyuwangi, Wawan Kurniadi SH, mengaku tidak tahu menahu terkait polemik kasus pailit Koperasi Simpan Pinjam Multi Dana Sejahtera (KSP Tinara).

“Kami (Asosiasi) hanya untuk kegiatan sosial saja, secara teknis kami tidak masuk. Untuk kumpul kumpul dan kegiatan sosial,” katanya, Kamis (14/5/2020).

Tentang nasib para penabung di KSP Tinara, Wawan mengaku ikut prihatin. Akibat koperasi milik Linggawati Wijaya alias Ling Ling dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Surabaya, nasib mereka jadi terkatung-katung.

Kapan tabungan bisa cair melalui Kurator tidak menentu. Disisi lain penabung yang mayoritas kalangan wong cilik juga ikut terdampak Covid-19. Ditambah tuntutan kebutuhan jelang Hari Raya Idul Fitri, membuat mereka makin galau dan menderita.

Baca Juga : Soal Pailit KSP Tinara Banyuwangi, Muncul Hastag #TangkapBosKSPTinara

“Orang nabung yang mau ngambil dananya harusnya boleh dan tidak ada persoalan. Cuma alasannya kenapa sampai seperti itu (Pailit KSP Tinara) kami tidak tahu,” ungkapnya.

Terkait KSP Tinara, masih Wawan, Askop tidak pernah diundang untuk hadir dalam Rapat Akhir Tahun (RAT). Termasuk ditunjukan tentang data-data koperasi di Jalan Raya Rogojampi, Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, tersebut. “Dan memang asosiasi tidak ada kewenangan itu,” cetusnya.

Menurut Wawan, pada prinsipnya Askop sudah berulang kali mengimbau para pemilik koperasi untuk berjalan sesuai aturan dan prosedur yang ada. Salah satu contoh terkait struktur pengurus koperasi yang sering kali berisi anggota keluarga atau masih dalam satu keturunan.

Baca Juga : Nasib Tabungan Tidak Jelas, Penabung KSP Tinara Banyuwangi Menjerit

“Keturunan tidak boleh secara administrasi, cuma siapa-siapa yang jadi pengurus (KSP Tinara) kami juga tidak paham,” aku Ketua Askop Banyuwangi.

Seperti diketahui, pada 20 Januari 2020, tiba-tiba keluar putusan Pengadilan Niaga Surabaya, Nomor 76/Pdt.sus-PKPU/PN.Niaga.Sby Jo Nomor 76/Pdt.sus-Pailit/PN.Niaga.Sby, yang menyatakan bahwa KSP Tinara telah pailit. Padahal, pada bulan Oktober 2019, koperasi yang dikelola oleh Linggawati Wijaya bersama sang suami Budi Hartadi dan keluarga ini masih mengeluarkan warkat baru Simpanan Berjangka dari masyarakat.

Salah satunya milik Anip Hariyadi, warga Dusun Krajan, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, dengan nominal tabungan Simpanan Berjangka Rp 450 juta.

Baca Juga : Ditinggal Pemilik Kesawah, Rumah Di Situbondo Dilalap Api

Dan pada kasus ini, 28 Februari 2020, salah satu penabung, Jayadi Arif Budianto, melaporkan Linggawati Wijaya, selaku Bos KSP Tinara ke Polda Jawa Timur. Laporan Nomor LPB/13/II/2020/SUS/JATIM, tersebut terkait dugaan terjadinya tindak pidana penipuan dan pencucian uang, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 jo Pasal 2 ayat (1) huruf (r) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Namun sayang, hingga kini Linggawati Wijaya maupun suaminya, Budi Hartadi, di Jalan Raya Rogojampi, Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, tersebut belum bisa dihubungi. (red)

Laporan: Ahmad Sahroni

loading...

News Feed