oleh

Pemanfaatan Air Tanah De Djawatan Diduga Ilegal, Pemuda Pancasila Surati Perhutani Banyuwangi Selatan

BERITA9, BANYUWANGI – Terkait sumur bor di destinasi De Djawatan Benculuk, MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, akan Somasi Perhutani KPH Banyuwangi Selatan.

Tindakan ormas loreng hitam oranye ini adalah reaksi atas tantangan Bagus, Ketua pengelola De Djawatan agar pemanfaatan air tanah yang diduga ilegal tersebut dilaporkan pihak kepolisian.

Baca Juga : Tentang Sumur Bor, Pengelola De Djawatan Benculuk Tantang Dilaporkan Polisi

“Somasi segera kita kirim ke Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, selaku instansi yang menaungi De Djawatan,” ucap Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni SH, Jumat (12/6/2020).

Seperti diketahui, pengadaan sumur bor untuk pemanfaatan air tanah di tempat wisata di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini diduga tanpa izin.

Terlebih hal itu dilakukan tanpa sepengetahuan ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susetya. Dari sini, pihak pengelola disinyalir telah melanggar Pasal 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya.

Pengelola tanah De Djawatan Benculuk, yang berada dibawah naungan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, juga terindikasi terang-terangan menabrak Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

loading...

News Feed