oleh

Partai Demokrat Silahturahmi ke Ponpes Darussalam

BERITA9, BANYUWANGI – Jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Banyuwangi 2020, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat makin terlihat aktif melakukan kunjungan silaturahmi. Kali ini, dipimpin langsung sang ketua, Michael Edy Hariyanto, kader partai berlambang Mercy sowan ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Sabtu (4/1/2020) malam.

Rombongan kader demokrat ditemui dikediaman pengasuh pesantren, KH Hisyam Syafaat. Turut hadir menyambut, Gus Munib, Gus Kholiq dan Gus Malik.

Sedangkan Michael Edy Hariyanto, didampingi Sekretaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Julisetyo Puji Rahayu, serta perwakilan Fraksi Demokrat DPRD Banyuwangi. Emy Wahyuni Dwi Lestari, Yusieni dan Fathan Nur Arifin. Tak ketinggalan Teddy Anugrianto, Ketua KPP DPC yang belakangan digadang-gadang sebagai sosok berdaya tarik untuk dilamar menjadi Bakal Calon Bupati (Bacabup) Bumi Blambangan.

Dalam kesempatan tersebut, Michael menyampaikan bahwa kehadiran dirinya beserta jajaran untuk bersilaturahmi. Sekaligus berdiskusi dan meminta arahan terkait sosok yang layak menjadi Bupati Banyuwangi, pasca dua periode kepemimpinan Abdullah Azwar Anas.

“Sebagai partai nasionalis religius, kita mendapat arahan dari pusat untuk meminta arahan dan petunjuk dari ulama,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, kepada awak media. Minggu (5/1/2020).

Saat ini, di Banyuwangi, partai besutan SBY memiliki 6 kursi dewan. Jumlah tersebut, lebih banyak dibanding periode sebelumnya yang hanya 5 kursi saja. Namun, hingga kini pengurus DPC belum menemukan calon yang bisa diterjunkan dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Untuk itu kami mohon petunjuk dari ulama, demi kebaikan Banyuwangi kedepan,” ungkapnya.

Kepada keluarga besar pesantren Darussalam Blokagung, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, ini juga menyampaikan impianya terkait kontestasi Pilbup Banyuwangi 2020. Diantaranya dengan mengusung kandidat dari internal partai. Sebagai bukti serta tanggung jawab partai pada masyarakat dan pemerintah dalam proses pengkaderan.

Juga mengutamakan calon dari putra daerah yang memiliki rekam jejak karier positif di Banyuwangi. Berhati baik dan mau hadir sekaligus peduli pada nasib wong cilik. Atau meminimalisir adanya calon “Pulang Kampung”. Tujuanya guna memastikan Bupati Banyuwangi terpilih kedepan, benar-benar sosok yang faham dan mengenal karakteristik, harapan serta berbagai permasalahan yang ada ditataran masyarakat.

“Kami menganggap itu sangat penting dilakukan, agar cost politik menjadi lebih murah, sehingga siapa pun yang kelak menjadi Bupati Banyuwangi, bisa lebih fokus memikirkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, dan tidak malah fokus mencari jalan balik modal,” ulas Michael.

Jika hal tersebut bisa dilakukan, lanjutnya, bisa menjadi wujud dukungan terhadap program pemerintah sekaligus ikhtiar bersama dalam memerangi korupsi.

“Tentunya seluruh potensi dan kekayaan Sumber Daya Alam Banyuwangi, akan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dengan lebih optimal,” cetus politisi yang juga pengusaha kelas kakap Bumi Blambangan tersebut.

Mendengar penjabaran dari Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, pihak keluarga besar pesantren Darussalam Blokagung, mengaku sepakat dengan gagasan Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Terlebih Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga pernah mengeluarkan kritik keras terkait tingginya biaya politik yang selanjutnya memicu tumbuhnya pemimpin korup.

“Jika pemimpin baik, maka masyarakat yang akan diuntungkan. Dan kami mendukung jika demi kebaikan Banyuwangi kedepan,” kata Kiai Hisyam Syafaat.

Meski demikian, keluarga besar pesantren terbesar di Banyuwangi, tidak menampik jika tidak mudah memilih sosok pemimpin ideal Bumi Blambangan. Mengingat, selama dua periode kepemimpinan, Bupati Anas telah melakukan banyak terobosan dalam mendorong percepatan pembangunan.

“Yang pasti, calon pemimpin di Banyuwangi harus nasionalis religius, dan bukan hanya punya kemauan, tapi juga kemampuan, jaringan dan pendanaan,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, baik jajaran DPC Partai Demokrat Banyuwangi, maupun keluarga besar pesantren Darussalam Blokagung, akan melakukan diskusi lintas elemen. Khususnya kalangan pesantren, kiai langgar, tokoh masyarakat, tokoh lintas agama, akademisi, aktivis mahasiswa, pegiat LSM hingga wong cilik. Tujuanya demi mencetus sosok ideal dalam Pilbup Banyuwangi 2020 mendatang. (red)

Laporan: Joko

loading...

News Feed