oleh

Nasib Tabungan Tidak Jelas, Penabung KSP Tinara Banyuwangi Menjerit

BERITA9, BANYUWANGI – Penabung Koperasi Simpan Pinjam Multi Dana Sejahtera (KSP Tinara), di Jalan Raya Rogojampi, Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, menjerit.

Belum usai kegalauan dan keresahan atas nasib tabungan pasca koperasi dinyatakan pailit, mereka langsung berhadapan dengan dampak ekonomi bencana nasional virus korona (Covid-19). Kini mereka makin terpuruk karena tuntutan kebutuhan lebaran.

“Kami semua menjerit, tidak tahu harus mengadu kemana atas nasib tabungan kami,” ucap Anip Hariyadi, koordinator penabung KSP Tinara, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga : Normalisasi Dam Concrong Rogojampi, BUMDes Dapat Fee 20 Persen Dari Pengusaha

Disebutkan, dalam komunikasi dengan Kurator, Evan Yudhianto, melalui stafnya, Eka, kreditur atau penabung diminta membuat surat penagihan ke Pengadilan Niaga Surabaya. Terakhir tanggal 15 Mei 2020. Dan peminjam diberi waktu untuk melakukan pengembalian hingga akhir Juni 2020.

“Kami semua kebingungan, Kurator juga tidak pernah datang ke Banyuwangi, karena terkendala Covid-19, di sini hanya ada staf,” jelasnya.

Bocoran dari Kurator, aset KSP Tinara pasca dinyatakan pailit sekitar Rp 30 milyar. Sedang jumlah uang yang dipinjam masyarakat, belum diketahui pasti jumlahnya.

Baca Juga : Pailitnya Koperasi Tinara Dikhawatirkan Berdampak Pada Perekonomian Di Banyuwangi

“Sebagai orang kecil kami hanya bisa berharap adanya keadilan. Dan kami sangat mengharapkan sebelum lebaran uang tabungan sudah bisa dilakukan pencairan, walau tidak bisa seluruhnya,” keluh Anip.

Dan sebagai pendamping dalam perjuangan, dia bersama ratusan penabung KSP Tinara, berharap kepedulian Pemerintah Daerah Banyuwangi.

“Saya, bersama Ketua dan jajaran pimpinan DPRD Banyuwangi, akan selalu hadir dan siap mendampingi perjuangan masyarakat penabung KSP Tinara,” ucap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto.

Secara pribadi, politisi Partai Demokrat ini juga menegaskan bahwa kasus pailit KSP Tinara akan dijadikan atensi dewan ke depan. Mengingat banyak wong cilik yang berpotensi dirugikan.

“Koperasi memang menjadi kewenangan Kementerian dan Pemerintah Daerah hanya untuk pembinaan. Namun kami optimis jika elemen pemerintahan kompak, kerugian masyarakat bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Baca Juga : Kasus Perusakan Sumberagung Banyuwangi, Kepolisian Terima Dua Laporan Berbeda

Seperti diketahui, pada 20 Januari 2020, tiba-tiba keluar putusan Pengadilan Niaga Surabaya, No 76/Pdt.sus-PKPU/PN.Niaga.Sby junto No. 76/Pdt.sus-Pailit/PN.Niaga.Sby, yang menyatakan bahwa KSP Tinara telah pailit.

Padahal, pada bulan Oktober 2019, KSP Tinara yang dikelola oleh Linggawati Wijaya bersama sang suami Budi Hartadi dan keluarga ini masih menerima tabungan simpanan berjangka dari masyarakat. Namun sayang, awak media belum bisa konfirmasi kepada Kurator Evan Yudhianto. Termasuk kepada Linggawati Wijaya dan suaminya, Budi Hartadi. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed