oleh

Dinsos Banyuwangi Turun Tangan Sengkarut BST Nenek Sriyana

BERITA9, BANYUWANGI – Terkait nasib Nenek Sriyana asal Dusun Karangasem RT 01 RW 01, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, yang namanya terdaftar sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) tiga bulan berturut – turut namun hanya bisa menerima sekali lantaran namanya tidak muncul membuat publik bertanya – tanya.

Dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApps Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Banyuwangi akan segera mengecek kebenaran data tersebut.

“Ok kami cek dulu nggih,” kata Lukman Hakim, Plt Kadinsos Kabupaten Banyuwangi. Senin, (6/7/2020).

Seperti diketahui,  berdasarkan Keputusan Pemerintah, Kementrian Sosial (Kemensos) RI dirinya dinyatakan berhak menerima bantuan sosial tunai (Bantuan Tunai Tahun 2020) senilai Rp. 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan.

Hasilnya, pada  tahap pertama Nenek Sriyana sangat gembira dan bersyukur karena bantuan tersebut bisa ia diterima. Namun anehnya, pada pencairan tahap ke 2 dirinya  tidak bisa menerima bantuan sosial (BST) tersebut. Padahal, beberapa orang tetangga yang pada saat itu menerima bantuan yang sama sudah menerima dan mendapat bantuan BST tahap kedua.

“Ini kami perintahkan pak Kabidnya untuk cek data,” imbuh Lukman Hakim,  mantan Camat Muncar, yang kini menjabat sebagai Plt Kadinsos Kabupaten Banyuwangi.

Diberitakan sebelumnya, pada  pencairan tahap kedua saya sudah tidak mendapatkan lagi, padahal tetangga yang kemarin sama -sama mendapatkan pada tahap pertama, mereka sudah menerima dan mendapat bantuan tersebut pada tahap kedua,” kata nenek yang berdomisili di Dusun Karangasem ini saat ditemuai dirumahnya. Sabtu, (4/7/2020).

Nenek Sriyana mengatakan, atas kejadian ini pihaknya sudah mengadu kepada Kepala Kadus (Kadus) setempat. 

“Kata Pak Wo (Kadus), saya tidak mendapat undangan. Malahan saya dijanjikan akan diberi dana Bansos hanya Rp. 200 ribu saja,” ujarnya. 

Sementara Kadus Karangasem Hariyanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan Whatsappsnya menegaskan, bahwa dana bansos yang bersangkutan tahap ke 2 tidak muncul. 

“Data bu Sriyana untuk bantuan BLT pusat tahun 2020 yang tahap kedua memang tidak muncul pak, karena itu data dari pusat. Terus muncul datanya di bantuan tambahan yang Rp. 200 ribu. hari Kamis depan insyaalah cair,” tegasnya. 

Terkait persoalan ini Kepala Desa (Kades) Alas Malang mengatakan, Mohon maaf mas saya baru konfirmasi dengan petugas yang membidangi, ternyata bu Sriyana terditeksi mampu disistem. “Sekarang bu Sriana dapat JPS dari provinsi,” paparnya. (red)

loading...

News Feed