oleh

Diduga Lamban Ditangani, Bayi Meninggal Dunia di Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI  – Pupus sudah harapan mempunyai anak pertama pasangan suami istri Abdul Aziz, dengan Fitrianingsih, asal RT 02 RW 04  Dusun Aseman, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi karena harus bayinya meninggal saat melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan. (4/5/2020).

Meninggalnya  bayi yang masih didalam kandungan yang berusia 9 bulan tersebut diduga karena lambanya penangananya saat hendak melahirkan ditempat persalinan setempat.


” Pada hari Jum,at  (1/5/2020) istri saya terasa perut nggak enak, kemudian saya bawa ke bidan Sri Mujiati, untuk periksa. Sesampainya disana istri saya diperiksa katanya sudah buka satu, tapi disuruh pulang lagi,” terang Abdul Azis, suami dari Fitriya Ningsih. Kepada Wartawan. Kamis, (7/5/2020).

Baca Juga : Warga Glenmore Keluhkan Keberadaan Proyek Skrin

Keesokan harinya tepatnya hari Sabtu (2/5/2020) saya membawa istrinya untuk diperiksakan lagi. Kata Bu Sri Mujiati, sudah buka 2. Namun tetap saja disuruh pulang padahal istri saya sudah menyampaikan bahwa sudah keluar air ketuban, justru jawab Bu Sri Mujiati itu hanya air lendir biasa,” kata Abdul Aziz yang diamini oleh Fitriya Ningsih.

Dan pada hari Minggu (4/5/2020) pagi, perut istrinya terasa sakit seakan mau melahirkan. “Secepatnya saya bawa kembali ketempat bidan Sri Mujiati sesampai di sana istri saya bilang sama Bu Bidan kalau perutnya sudah sakit seakan mau melahirkan, setelah ditunggu sampai jam 9 tidak ada reaksinya sehingga oleh Bu Sri Mujiati dirujuk untuk dibawa kepukesmas Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, untuk di berikan perangsang supaya cepat melahirkan,” ucap Abdul Azis.

Baca Juga : Di Banyuwangi, 21.700 Paket Sembako Mulai Didistribusikan Ke Warga

Kata Aziz, setelah mendapatkan rujukan dari bidan Sri Mujiati dirinya langsung membawa istrinya kepukesmas Bajumati, Kecamatan Wongsorejo, namun sesampai di sana dirinya mengaku jika istrinya hanya diperiksa dan di infus saja.

“Di Puskesmas istri saya hanya diperiksa dan di infus, petugas disana mengatakan jika keadaan istri dan bayinya  normal. Namun setelah menunggu lama tidak ada perkembangan justru istri saya semakin lemas, setelah diperiksa justru kondisi bayi dalam kandungan keritis, kemudian pihak puskesmas buatkan surat rujukan ke RSUD Belambangan Banyuwangi,” jelentreh Abdul Aziz.

“Sesampainya di RSUD Blambangan, istri saya dicek, oleh petugas yang menangani. Petugas RSUD justru menegur istri saya. “Wah kok sampai terlambat di bawa kesininya, padahal air ketubanya sudah keluar,” jelas Abdul Aziz kepada wartawan dirumahnya.

Sementara Sri Mujiati, bidan yang menanangi Fitriya Ningsih disaat mau melahirkan saat dikonfirmasi dirumahnya mengatakan. Kita sudah jalankan pemeriksaan sesuai SOP mas,” terangnya.

Pada saat diperiksa, kata Sri Mujiati, pasien masih dalam kondisi biasa saja, kemudian kita lakukan observasi. Setelah kembali lagi periksa, keadaanya kok tetap saja, lalu kita berikan rujukan agar di bawa ke Puskesmas Bajulmati.

“Kita berikan rujukan agar di bawa ke Puskesmas Bajulmati, Wongsorjo mas,” jelasnya.

Baca Juga : Dua Warga Bantal Asembagus Situbondo Konsumsi Beras Bau, Pemda Dimana?

Sri Mujiati, menjelaskan setelah kita rujuk ke Puskesmas, pasien  sudah tidak lagi menjadi tanggung jawab kami.

Saat di tanya tentang keluarnya air ketuban, bidan yang juga masih dinas di Puskesmas Bajulmati tersebut mengatakan, “Saat saya periksa memang hanya keluar air lendir biasa bukan ketuban dan itu pun sudah saya tunjukkan ke mbak Fitrinya,” cetusnya.

Namun sayang hingga berita ini ditulis pihak Puskesmas Wongsorjo dan juga Pihak RSUD Blambangan, Banyuwangi, belum bisa dikonfirmasi. (red)

Laporan: Joko Prasetyo.

loading...

News Feed