oleh

Dialog Publik Bersama KPK, Ajak Masyarakat Banyuwangi Perangi Korupsi

BERITA9, BANYUWANGI – Dialog publik tentang peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas korupsi bersama Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dr. Nurul Ghufron, SH, MH. di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi.

Wakil Ketua KPK, Dr. Nurul Ghufron, SH, MH, menegaskan, korupsi adalah tindakan seseorang yang menyalahgunakan kepercayaan dalam suatu masalah atau organisasi untuk memperoleh keuntungan.

Korupsi sendiri tentunya sangat merugikan rakyat. Untuk itu, masyarakat sudah semestinya ikut berperan melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Infokan atau laporkan ke KPK jika ada indikasi tindak pidana korupsi. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena masyarakat atau pelapor terlindungi,” kata Nurul Ghufron saat menjadi narasumber di Kantor PCNU Banyuwangi, (7/9/2020).

Menurut Gufron, jaminan hukum warga negara yang berperan dalam memberantas korupsi itu sudah jelas tercantum pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2000 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran Serta Masyarakat dan Pemberian Penghargaan dalam Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan juga dijelaskan di Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK pada Pasal 15 tentang Perlindungan Saksi dan Pelapor.

Sementara itu, supaya kasus korupsi ini tidak merajalela. Gufron juga menyampaikan, harus ada langkah-langkah yang bisa dilakukan. Selebihnya, melaporkan dan menangkap pelaku korupsi, sistem dibatasi dengan memanfaatkan sitem IT atau digitaliasi, moralitas penyelenggara negara harus diperbaiki, serta menerapkan managemen anti suap. 

“Mungkin korupsi sampai saat ini di Indonesia masih biasa-biasa, tapi paling tidak mari kita habiskan kebiasan itu untuk anak cucu kita,” ujarnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Saiful Arif, Ketua PCNU Ali Maki Zaini, pengurus PCNU, ISNU, mahasiswa, dan tokoh masyarakat. (red)


Reporter: Ahmad Sahroni.

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed