oleh

Bersama KTNA Banyuwangi, Pupuk Kaltim Gelar Panen Dempot Perdana

BERITA9, BANYUWANGI – Dengan menggandeng Kontak Tani Andalan Nelayan (KTNA) Kabupaten Banyuwangi, PT. Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar panen Demontration Plot (Demplot) perdana. Kegiatan tersebut sebagai pendorong kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil produksi sekaligus sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.

Acara yang digelar diarea persawahan di Dusun Krajan, Desa Bubok, Kecamatan Rogojampi, tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Pertanian, Arief Setiawan, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Syaiful Alam Sudrajat, General Manager (GM) Marketing PSO PT. Pupuk Kaltim, M Yusri dan pihak swasta PT Bromo Agro Mandiri.

Dalam kesempatan itu General Manager Pemasaran PSO Pupuk Kaltim, Muhammad Yusri mengatakan, Demplot merupakan kemitraan petani dari Pupuk Kaltim. Demplot ini bertujuan untuk memotivasi petani dalam bercocok tanam secara organik dan menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil produksi, khususnya tanaman padi sawah.

“Kami sedang mengembangkan konsep pertanian kelanjutan untuk meningkatkan produtifikas demi mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan pada petani. Ini juga merupakan kewajiban kita dalam mendukung  ketahanan pangan nasional,” kata Yusri (11/7/2020).

Menurutnya Yusri, Banyuwangi sangat bagus dengan program ini. Dalam sekali panen saja bisa mencapai 8 ton per hektar. Namun jika memakai metode biasanya, tanpa Demplot hanya berkisar 6 ton per hektar. Jadi ada selisih 2 ton per hektar. Bila dikonfersi harga gabah Rp. 4.500 per kilogram, maka ada kenaikan penghasilan petani sekitar Rp. 9 juta.

“Ini merupakan pembelajaran pada petani. Bukan cocok tanam saja, tapi bisnis juga. Apabila para petani tidak memiliki modal, Pupuk Kaltim juga bisa mengandeng dengan perbankan melalui dana KUR,” cetusnya.

Sementara Ketua KTNA Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto menyampaikan, program pupuk Kaltim ini berguna untuk meningkatkan produksi pertanian. Dalam hal ini, dirinya mengaku jika pihaknya sangat berharap  produksi pertanian di Bumi Blambangan akan lebih tambah naik.

“Intinya program ini untuk menambah penghasilan petani. Bahkan, tanah desa dan aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bisa dibuat percontohan untuk memakai pupuk yang berimbang yang direkomendasikan oleh Dinas pertanian,” jelasnya.

Dalam sambutanya Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menegaskan, belajar yang paling cepat adalah turun dilapangan. Kini harga gabah rentang relatif aman, hal ini juga menguntungkan para petani.

“Mari program ini didorong, difasiltasi. Apalagi ada model kerjasama dengan BumDes, karena banyak sekali aset aset desa yang selama ini hanya dikelola secara konvensional,” tegasnya. (red)


Laporan Biro Banyuwamgi: Ahmad Sahroni

loading...

News Feed