oleh

4 Karyawan Perhutani Ditangkap, ADM Sebut Polisi Salah Informasi

BERITA9, BANYUWANGI – Fakta baru diungkap Administratur (ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susetya, terkait penggerebekan 4 orang bawahannya atas dugaan perjudian diarea destinasi De Djawatan, di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi.

Menurutnya, penggerebekan tersebut terjadi lantaran aparat Polresta Banyuwangi, salah informasi.

“Karena adanya laporan dari masyarakat kepada polisi, kemudian ditindaklanjuti dan dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan adanya tindak perjudian,” katanya, Selasa (1/9/2020).

4 orang karyawan Perhutani yang digerebek polisi tersebut adalah Hari, Wakil Administratur (ADM) Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dan sopirnya WD. Bagus, staf Tata Usaha (TU) BKPH Curahjati yang juga pengelola destinasi De Djawatan serta NRD, anggota Polhutmob.

Saat digerebek, mereka tertangkap tangan sedang bermain kartu jenis capsa diruang Polhutmob, didalam area destinasi kebanggaan BUMN Perhutani, De Djawatan.

Dari sumber terpercaya, saat digerebek, posisi duduk Hari, si Waka ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan berhadapan dengan Bagus, staf Tata Usaha (TU) BKPH Curahjati, yang juga pengelola destinasi De Djawatan. Sedang WD, duduk berhadapan dengan NRD, sang anggota Polhutmob. 

Informasi dilapangan, dilokasi juga ditemukan 40 an buah kecik atau benda pengganti taruhan serta uang sebanyak Rp 4 juta.

Baca Juga : Diduga Jadi Tempat Judi Kartu Capsa, Destinasi Wisata Perhutani De Djawatan Tercoreng

Usai digerebek, 4 karyawan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan tersebut juga langsung digelandang ke Mapolresta Banyuwangi. Mereka menjalani pemeriksaan mulai Minggu (9/8/2020) dini hari, hingga Minggu sore. Hingga akhirnya polisi menyatakan tidak terbukti melakukan aksi perjudian.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP M Solikin Fery menyampaikan bahwa dasar penggerebekan adalah informasi masyarakat. Setelah ditindaklanjuti, pihaknya menemukan adanya permainan kartu. Tapi setelah pemeriksaan panjang tidak ditemukan perjudian.

“Setiap informasi masyarakat kita tindaklanjuti melalui penyelidikan, pengecekan TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan interogasi merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya pidana,” ungkapnya.

Menurut Fery, kegiatan pengecekan dan interogasi merupakan bagian dari proses penyelidikan. (red)

loading...

News Feed