oleh

Tagihan Listrik Rumah Kontrakan Gus Yazid di Pengatigan Rogojampi Banyuwangi Kok Sering Nunggak Bayar Ya?

BERITA9, BANYUWANGI – Kabar menggelikan menimpa Bacabup Banyuwangi, Gus Yazid. Rumah kontrakannya di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, dikabarkan sering nunggak pembayaran tagihan listrik.

Memastikan kabar tersebut bukan isu semata, berita9.net langsung melakukan investigasi. Hasilnya cukup mencengangkan. Rumah kontrakan ber ID 516710363478, dengan nama pelanggan Siti Julaikah, tersebut bolak-balik telat bayar tagihan listrik.

Diantaranya, pembayaran dibulan April 2020, sebesar Rp 119.368 dan Bulan Mei 2020, sebesar Rp 168.000, baru dibayar pada tanggal 2 Juni 2020. Dan tagihan bulan Juni 2020, sebesar Rp 176.842, dibayar pada tanggal 29 Juni 2020.

Dan tak berhenti disitu, tagihan listrik rumah kontrakan Bacabup Banyuwangi, putra Purnawirawan Mayor Jenderal Lintang Waluyo, itu kembali nunggak di bulan Juli 2020. Padahal nominal tagihan tidak begitu besar. Hanya Rp 179.842 saja.

Sementara itu, sesuai sosialisasi yang dilakukan PLN, pembayaran tagihan listrik wajib dilakukan sebelum tanggal 20.

“Dulu rumah pelanggan ini setahu saya tidak pernah nunggak, beberapa bulan ini sering nunggak,” ucap salah satu warga, Selasa (28/7/2020).

Dikonfirmasi terpisah, Gus Yazid mengaku tidak tahu menahu tentang tagihan rekening listrik rumah kontrakannya di Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Karena semua ditangani oleh istrinya.

“Saya tidak tahu, biasanya yang ngurus istri saya,” ungkap pria yang mengaku sebagai Wasekjend Majelis Dzikir Nurussalan Atthohirin Susilo Bambang Yudhoyono ini.

Sekedar diketahui, Bacabup Banyuwangi, Gus Yazid juga sempat dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Iswahyudi, owner percetakan Bina Karya Grafika Rogojampi. Atas dugaan penipuan dan penggelapan dalam pembayaran alat peraga sosialisasi. Dan karena merasa nama baiknya dicemarkan, putra Purnawirawan Mayor Jenderal Lintang Waluyo, ini melakukan laporan balik. (red)

loading...

Komentar

1 komentar

  1. bakal jadi bahan serang kompetitor, seru nih…bermasalah pelunasan peraga kampanye, tidak melalui regulasi penjaringan, nunggu bayar bulanan listrik….habis ini apalagi, belum2…..!

Comments are closed.

News Feed